Karena hasil panen padi musim ini tidak terlalu bagus, aku berpikir bagaimana agar dana yang tersisa, yang tak begitu banyak ini cukup untuk menanam lagi. secara kebetulan pemerintah sedang menggairahkan petani untuk menanam kedelai. dalam hal ini pemerintah memberikan banyak bantuan kepada petani yang mau menanam kedelai, seperti bantuan bibit, pupuk dan pestisida.
Tanpa banyak pertimbangan aku langsung mengambil bantuan bibit kedelai itu. aku memilih penanaman tanpa olah tanah, selain hemat biaya metode ini yang paling disarankan.
Setelah lahan selesai diairi, kedelai ditanam dengan sara ditugal dengan jarak 20 cm x20 cm. dan lubang ditutup dengan abu bekas pembakaran ampas tebu. simple dan murah, aku hanya keluar biaya untuk pengairan dan tenaga tanam.
Tiga haripun berlalu, kedelai seharusnya sudah tumbuh. tapi sepertinya ada yang tidak beres, banyak kedelai yang sudah tumbuh (berkecambah)tapi akhirnya mati. dan kalo dihitung-hitung yang dapat tumbuh normal gak sampe 30 persen.
Banyak analisa yang diberikan teman-teman seprofesi, dan semua hanya tebakan-tebakan yang kurang dilandasi alasan yang kuat, sebenarnya saat seperti inilah seharusnya aku mulai konsultasi dengan orang yang lebih tahu. tapi daripada kelamaan nunggu ppl, akhirnya kuputuskan untuk mengganti tanaman kedelai dengan jagung.
Dan prosespun mulai dari awal lagi. tapi tetap aja ada rasa penasaran kenapa kedelaiku tak mau tumbuh, dan dua bulan lagi aku akan coba menanam kedelai lagi. Tunggu aja.
hmm,, gimana kalo sambil menjalankan bisnis yang lain.. coba baca blog ku ya.. ada peluang bisnis lho dengan modal kecil
semoga sukses