Menghadapi semakin mahalnnya biaya produksi pertanian, yang tidak seimbang dengan harga jual produk pertanian. petani mengatasi persoalan itu dengan caranya sendiri. yang saya tulis ini adalah sebuah kegundahan tentang nasib pertanian diwilayah saya.
Siapapun tahu bahwa biaya untuk menanam jagung lebih tinggi dibanding menanam tanaman palawija lain, persoalan itu masih ditambah sulitnya mendapat pupuk tepat waktu. nah, petani diwilayah saya mengatasi kesulitan pupuk ini dengan menggunakan “pupuk cair”. pupuk cair yang saya maksud adalah cairan yang dijual pertangki (5000 liter).
sebenarnya secara ekonomi “pupuk” ini lebih menguntungkan, selain murah dan dalam penerapannya pupuk ini telah memberikan banyak lapangan pekerjaan. tetapi banyaknya hal yang tidak jelas dari produk inilah yang membuat saya kuatir. diantaranya
- produk ini katanya hasil pengolahan limbah penyedap rasa, karena bahan dasarnya molase maka produk ini organik. kenyataannya, sedikit saja cairan ini kena tanaman (jagung) maka tanaman itu mati.
- jika produk ini memang pupuk yang telah berizin, seharusnya ada komposisi bahan yang terkandung dan aturan penggunaan pada tanaman. hal ini jelas tidak ada! dan petani cenderung semakin meningkatkan volume pemakaian (7000 liter/ha).
Melihat kenyataan yang terjadi disekitar saya, dalam pikiran saya jangan-jangan selama bertahun-tahun ini lahan pertanian telah dijadikan tempat pembuangan sampah!!!! memang tidak saya pungkiri bahwa tanaman yang mendapat perlakuan “pupuk” ini tumbuh lebih hijau, sedangkan apakah hasil panennya lebih baik, hal itu masih perlu banyak penelitian.
Tetapi semua itu hanya kegundahan pribadi saya, saya hanyalah seorang yang butuh kejelasan. dan tentu saya sangat terbuka terhadap segala informasi.