Sebuah klaim dari ilmuan inggris bahwa mereka berhasil membuat sperma dari sel batang, tentu saja klaim itu langsung menimbulkan pro dan kontra. yang setuju, terutama ilmuan penemunya pasti berharap temuan ini dapat menolong pria yang mengalami masalah dengan kesuburannya dan yang tidak setuju tentu masih meragukan apakah sperma yang dihasilkan dapat berfungsi normal yang pada akhirnya dapat menghasilkan individu yang “sempurna” .
Terlepas dari semua kontroversi yang telah dan akan terjadi, coba bayangkan penelitian 10 tahun menghasilkan sperma buatan, 10 tahun lagi akan ditemukan sel telur buatan bersamaan dengan ditemukan rahim buatan, tentu tinggal menunggu waktu akan ada saat dimana bayi tidak dilahirkan melainkan dibiakkan diluar kodrat alaminya. tentu ilmuan yang mengembangkan saat itu akan berdalih manusia sintetik ini akan digunakan untuk menggantikan tugas manusia organik, terutama untuk pekerjaan yang beresiko tinggi. karena manusia sintetik dibiakkan diluar rahim tentu dia tidak punya ikatan emosional, tidak punya saudara. profil itu pasti cocok untuk pekerjaan yang beresiko kematian.
Dan karena pada hakekatnya manusia sintetik adalah manusia juga, pada akhirnya mereka juga sadar bahwa setiap manusia punya hak untuk hidup, hak untuk bahagia dan hak untuk dicintai. demi mendapatkan haknya mereka akhirnya bersatu melawan manusia organik yang telah berlaku tidak adil kepada mereka. dunia yang aneh!
Semoga ilustrasi diatas hanya imajinasiku, dan tidak akan terjadi kapanpun.